RSS

Tentang datang dan pulang

Seharusnya Kau tidak pergi.
Ada yang hilang, sekejap ketika ucapan selamat tinggal terucap.
Namun itu tidak hilang sepenuhnya, ia membekas di permukaan hati.
Bukan luka, melainkan guratan nama yang terarsir rapi di sana.
Namamu.

Mencintaimu seperti halnya berjalan di sebuah lingkaran. Aku tidak menemukan titik temu di mana aku berhenti. Semua terus berjalan, lambat namun pasti. Hingga aku mengerti lamat-lamat arti cinta yang berputar menyerupai bianglala yang setia berrotasi di dalam kepala.

Tentang datang dan pulang, tentang semua orang yang pernah ada di dalam hidupku, hanya kamu satu-satunya yang sungguh aman dalam genggaman doa dalam kedua telapak tangan dan ingatan. Kamu terjaga layaknya sebuah permata yang kusimpan dalam kotak besi yang kukunci mati, tak kubiarkan satu pun orang selain Tuhan yang boleh membuka dan melihat keindahanmu. Semua rahasia tentang kenangan dan keinginan kita, semua tentang harapan-harapan yang terbias dalam kebersamaan kita.

Tentang datang dan pulang, aku menunggumu kembali.

Aku tidak pernah memaksamu untuk tetap di sini, namun jika kau memang benar mencintaiku, seharusnya kau tidak pergi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sadar

Dua gadis cantik itu berpose berdampingan dengan jilbab dan senyum manisnya tak hayal banyak lelaki yang menaruh hati padanya apalagi dengan segudang prestasi yg mereka miliki..
Aku cukup mengenal dua sosok gadis itu, gadis yang sedang di elu-elukan banyak orang dikampus karena prestasinya mengharumkan nama kampus..
Mereka dari jurusan dan kota yang berbeda tapi selain kepintaran dan senyum cantiknya yang sama direlung hati mereka tertanam satu nama yang selama ini memenuhi pikiranku juga ..
Mereka berdua sama sepertiku mencintai lelaki itu, lelaki yang berwajah kotak dan punya genggaman yang menenangkan ..
Sekarang rasa minder itu datang lagi saat aku sadar siapa aku dan apa yang bisa di banggakan dari diriku, mereka bukan lawan yang seimbang aku takkan dapatkan lelaki itu kembali...
Saya juga sadar diri buat tak mempermalukan dirinya jika harus bersanding denganku,
saatku ingin pergi jauh sejauhnya dia ada didepanku seolah melarangku untuk menjauh..
"Bukanku ingin menjauh sayang tapi ku tak ingin kau malu karenaku, biarlah aku melihatmu dari jauh namun semua doa dan rinduku kan setia ada di sampingmu "

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ambilah

Mungkin aku akan pergi ke pantai, Aku mulai lelah dengan semuanya Tuhan..
Rasanya ingin ku berteriak sampai pita suara ini putus dan semua sesak di dada ini terbebaskan.
Kenapa rasa ini masih ada, memenuhi semua rongga dada dan otakku. Siapakah dia sampai menguasai ku seperti ini apakah disana dia juga merindukan ku sampai seperti ini, sesakit ini..
Iya Tuhan aku masih merindukan dia,
merindukan genggaman tangan yang pernah menguatkanku dahulu, yang pernah jadikan aku orang yang merasa spesial karena senyuman.
Oh Tuhan sampai kapan Ak harus merindukan dia, aku sudah teramat lelah .
Ambillah perasaan ini Tuhan,aku sudah gak butuh.. ini semua hanya menambah sesak dadaku karena aku tau harapku kan selalu tetap jadi harap ..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Terimakasih teruntukmu

Untuk kali ini aku di beri kesempatan untuk menuliskan tentang bahagia. Tak lagi kesedihan, tak lagi kecewa dan tak lagi tentang masalaluku.
Teruntuk kamu, aku berikan tempat untuk aku menuliskan tentang kita seperti yang kamu pinta.

Ada banyak kata yang mengelilingi pikiranku ketika aku ingin menuliskannya disini. Tepatnya sejak pertama kamu kirimkan sebuah lagu yang sempat membuatku menitikan airmata haru, ada rasa yang muncul tak biasa, namun aku masih belum bisa meyakinkannya itu rasa yang bagaimana...
Kau sempat pergi, sempat hilang tak ada kabar. Mmebuatku resah, cemas dan khawatir tak karuan. Ku tepis rasa cemasku dengan bercerita kepada salah satu sahabatku.

Malam yang panjang itu, aku kesepian. Entah kamu sedang apa, sesibuk apa sampai lupa memberiku kabar? Dan aku pun terlelap dengan sendirinya. Esok pagi pun tetap tak ada satu pesan yang aku terima darimu.
Baiklah, aku coba menghubungimu... tapi tak ada balasan. Aku meneteskan airmata lagi kepada laki-laki yang masih ku anggap teman baikku, itu kamu.

Singkat cerita dari aku yang menitikkan airmata , yang sempat merasa kehilangan sosokmu.. aku terus menerus bercerita kepada sahabatku. Dia pernah sesekali bilang dalam pesan singkatnya kepadaku "Sudahlah, biarin aja dia pergi. Tandanya dia bukan buat kamu" tapi entah setiap membaca pesannya. Aku selalu merasa, aku tidak ingin pergi. Ada yang menahan aku untuk tetap menunggumu walaupun kadang logikaku menerima seperti yang sahabatku katakan lewat pesan singkatnya.

Kini rasa yang dulu sempat membuatku ingin pergi atau bertahan sudah terjawab. Keputusanku untuk bertahan dan menunggumu tak jadi sia-sia.
Kau datang, kau kembali.... menyentuh rasaku yang tak biasa itu dengan pertanyaan yang membuatku harus menjawab "IYA".
Dan sekarang pilihanku untuk mengikat rasa yang tak biasa itu pada janjimu. Kau ikatkan rasaku pada rasamu kuat-kuat biar tak lekas lepas.
Pada jarak inilah, banyak rindu yang harus segera kita bunuh satu per satu. Biar tak terus menggerogoti hati yang butuh pertemuan.
Terimakasih atas pertanyaan dan pernyataanmu yang membuatku yakin. Terimakasih atas perhatian dan pengertian yang membuatku nyaman.
Terimakasih yang tak lain adalah.. terimakasih mampu membuat aku lepas dari ikatan masalalu.

Kepada jarak dan waktu yang sedang memusuhi kita saat ini, biarkan saja.... lama kelaman toh kita akan berdamai dengan jarak yang ratusan kilometer memisahkan kita. Biar tak ada dikota yang sama, tapi kita tetap berpijak di bumi yang sama.
Teruntuk kamu... terimakasih atas rasa yang tak biasa ini :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kota itu

Entah kenapa aku merasa sensitif mendengar nama kota itu, kota dimana sekarang kau tinggal, kota yang telah buatmu jauh dariku, kota indah yang tak ingin ku kunjungin lagi kini..
Dan kini aku harus berdiri disini, di kota itu. ingin rasanya ku berlari mencarimu membawa segala rindu yang selalu buat dadaku sesak, merasakan peluk dan senyummu itu.
tapi apa daya semuanya telah terlambat waktuku telah usia untuk bertahan, sekarang yang kuingin hanya melupakanmu. Ku teramat lelah dengan semua yang ada kamu hanyalah sisa kenanganku d masalalu dan seharusnya memang begitu..
Hiduplah dengan bahagia disana, sudah cukup kau buat hatiku menunggu aku juga ingin bahagia seperti dulu tanpa engkau tanpa kenanganmu..
Biarlah tetesan air mata ini jadi yang terakhir ku teteskan untuk kenangan kita dan untukmu. Kuingin saat aku datang lagi k tempat ini aku bisa tersenyum bahagia tanpa merindukan genggaman tanganmu ..
Ambil lah rasa cintamu lagi aku tak butuh jika cintamu membuatku kehilangan senyumku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Pesan singkat

Pagi ini tiba-tiba sebuah pesan singkat dari sebuah nomor asing namun cukup familiar buatku, akupun mulai menebak-nebak siapakah pengirim pesan yang cukup singkat,  pesan yang hanya berisi ucapan serta doa untuk pertambahan umurku yang harusnya kemarin bukan hari ini..
Otakku mulai bekerja keras untuk mengingat siapakah pemilik nomor tersebut
Dan ternyata orang yang selama ini masih menghiasi segala angan dan doaku, yang mengusik tiap sepiku dan yang memenuhi seluruh penjuru hatiku yang jadi tersangka.
Entah kenapa kalimat yang tidak lebih dari 160 kata tersebut mengubah hariku,  seulas senyum tak ada hentinya menghiasi sudut wajahku hari ini,
mungkin kalimat itu baginya hanya sekedar kalimat tak penting tapi tidak denganku kalimat itu sungguh bermakna besar sangat besar malah, seharian kemarin aku menunggu akankah ada kabar darimu untukku atau kau tiba - tiba datang kerumahku bersama teman-teman ku, kau tau itu kan itu harapan ku sejak dulu..
Mungkin kau bukan ksatria apalagi pangeran gagah berkuda putih yang selama ada di dongeng tapi kau sosok dengan muka kotak dan gengsi yang teramat besar berhasil membuatku hidupku senang sedih dalam hitungan detik.
Hey tuan, masih segini besarnya bahagiaku karenamu?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Hanya mengenang

Hallo masalalu, bagaimana kabarmu disana baik - baik saja kah? Atau lagi kesepian, sama aku disini juga kesepian menunggu kabarmu.
Tapi biarlah aku punya obat mujarab kok buat mengatasi segala gundah gelisahku gara-gara mikirin kamu,
Mungkin kamu penasaran apa yang buat aku bertahan selama ini? kenangan sayang, kenangan yang buat aku masih disini ditempat yang dulu selalu kau rindukan untuk segera pulang.
Iya benar aku memang bodoh masih hidup di bayang-bayangmu yang sudah jelas ingin segera membuangku dari hidupmu, tapi nyatanya aku selalu senang saat mengingat apa yang pernah kita lakukan dulu..
Saat pertama kali kau ajari aku pelajaran yang amat kubenci, obrolan dan genggaman tangan saat pelajaran seni itu, saat pertengkaran itu dan saat kau elus kepalaku dan untuk pertama kalinya aku merasa teramat sangat nyaman ada di sampingmu.
Iya semuanya masih tergambar jelas di otakku, memoriku memberi ruang lebih untuk mengingatmu sampai apa dan bagaimana ekspresi mu waktu kejadian itu masih tergampar apik dan masih sangat apik untuk buatku senyum..
Namun kini semua hanya kenangan kan? Bagimu kenangan bakalan tetap jadi kenangan dan itu masalalu yang pantasnya di buang bukan untuk di ingat.
Tapi tidak untukku kebboku sayang kamu masih punya space ruang di hatiku ini meski aku tau jadi apa tempat itu akhirnya,namun sekarang biarlah aku bermain-main dengan kenangan akanmu toh aku hanya mengenang bukan mengharapkan kau kembali jadi tak perlu kau risau karena ku tak akan menganggu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments